sewaambulancejenazah.life

Abses perianal

Definisi

Abses yang berperan adalah infeksi di sekitar anus, yang merupakan benjolan berisi nanah. Abses perianal bisa sangat menyakitkan karena tekanan atau pembengkakan yang disebabkan oleh nanah. Nyeri terutama dirasakan saat duduk, stres atau saat buang air besar.

Abses perianal umumnya ditandai dengan benjolan kecil, merah, dan panas di sekitar anus. Dalam beberapa kasus, abses perianal juga bisa muncul di rektum (ujung usus besar sebelum anus).

Jika tidak segera ditangani, abses perianal dapat menyebabkan terbentuknya saluran abnormal di anus (fistula ani). Kondisi ini akan menimbulkan nyeri berulang dan luka di sekitar anus yang selalu mengeluarkan nanah atau darah. Pada beberapa kasus yang disertai komplikasi seperti diabetes melitus dapat menyebabkan infeksi parah (sepsis) yang dapat berujung pada kematian (Kennard, 2019)

Gejala

Gejala umum abses perianal adalah nyeri di sekitar anus atau rektum yang terasa menusuk dan panas. Nyeri ini terus menerus dan bertambah parah saat duduk, batuk, dan buang air besar (Hajlan, 2016)

Gejala lain yang muncul akibat abses perianal adalah:

  • Sembelit
  • Demam dan menggigil
  • Tubuh mudah lelah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Iritasi, bengkak, dan kemerahan di sekitar anus
  • Nanah atau darah keluar dari rektum

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala tersebut.

Sebab

Penyebab umum penyakit abses perianal adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri di sekitar anus yang masuk melalui luka ke dalam lekukan dekat ujung anus (Kripta) yang merupakan mulut kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi cairan pelumas yang berguna saat kita buang air besar. Biasanya bakteri ini hidup di usus besar atau hidup di daerah kulit dekat anus. Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh luka anus yang terinfeksi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus seperti penyakit Crohn dan divertikulitis usus besar (DF, Waheed, & F, 2020)

Berikut penyebab penyakit abses perianal

– Ada penyumbatan di kelenjar di sekitar anus

– Adanya celah, atau robekan, di anus, yang terinfeksi

– Infeksi seksual menular

Beberapa faktor risiko yang terkait dengan abses perianal adalah:

– Riwayat menjadi pasangan reseptif yang melakukan hubungan seks anal (anal sex)

– Infeksi usus besar

– Radang saluran cerna

– Diabetes

– Radang panggul

Tindakan Penanganan

Medika mentosa dengan pemberian antibiotika, anti inflamasi, anti nyeri.

Pembedahan adalah cara paling efektif jika administrasi medis tidak menunjukkan perbaikan. Dalam prosedur ini, kantong nanah harus dibersihkan ke seluruh saluran.

Yang terbaik adalah mengobati abses anal sebelum pecah karena jika itu terjadi kemungkinan fistula anal lebih tinggi. (Penerbitan, 2020)

Dengan perawatan yang tepat, penderita abses anus dapat sembuh total dalam waktu singkat. Berikut beberapa pengobatan rumahan untuk abses anus:

– Gunakan teknik lembut untuk membersihkan area anus.

– Jaga area anus Anda tetap kering dengan mengganti celana dalam Anda secara berkala dan menggunakan bedak untuk menyerap kelembapan berlebih.

– JANGAN melakukan seks anal

Dalam beberapa kasus, bayi dan

Abses perianal

Definisi

Abses yang berperan adalah infeksi di sekitar anus, yang merupakan benjolan berisi nanah. Abses perianal bisa sangat menyakitkan karena tekanan atau pembengkakan yang disebabkan oleh nanah. Nyeri terutama dirasakan saat duduk, stres atau saat buang air besar.

Abses perianal umumnya ditandai dengan benjolan kecil, merah, dan panas di sekitar anus. Dalam beberapa kasus, abses perianal juga bisa muncul di rektum (ujung usus besar sebelum anus).

Jika tidak segera ditangani, abses perianal dapat menyebabkan terbentuknya saluran abnormal di anus (fistula ani). Kondisi ini akan menimbulkan nyeri berulang dan luka di sekitar anus yang selalu mengeluarkan nanah atau darah. Pada beberapa kasus yang disertai komplikasi seperti diabetes melitus dapat menyebabkan infeksi parah (sepsis) yang dapat berujung pada kematian (Kennard, 2019)

Gejala

Gejala umum abses perianal adalah nyeri di sekitar anus atau rektum yang terasa menusuk dan panas. Nyeri ini terus menerus dan bertambah parah saat duduk, batuk, dan buang air besar (Hajlan, 2016)

Gejala lain yang muncul akibat abses perianal adalah:

  • Sembelit
  • Demam dan menggigil
  • Tubuh mudah lelah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Iritasi, bengkak, dan kemerahan di sekitar anus
  • Nanah atau darah keluar dari rektum

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala tersebut.

Sebab

Penyebab umum penyakit abses perianal adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri di sekitar anus yang masuk melalui luka ke lekukan dekat ujung anus (Kripta) yang merupakan mulut kelenjar yang bertugas memproduksi cairan pelumas yang berguna saat kami buang air besar. Biasanya bakteri ini hidup di usus besar atau hidup di daerah kulit dekat anus. Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh luka anus yang terinfeksi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus seperti penyakit Crohn dan divertikulitis usus besar (DF, Waheed, & F, 2020)

Berikut penyebab penyakit abses perianal

– Ada penyumbatan di kelenjar di sekitar anus

– Adanya celah, atau robekan, di anus, yang terinfeksi

– Infeksi seksual menular

Beberapa faktor risiko yang terkait dengan abses perianal adalah:

– Riwayat menjadi pasangan reseptif yang melakukan hubungan seks anal (anal sex)

– Infeksi usus besar

– Radang saluran cerna

– Diabetes

– Radang panggul

Tindakan Penanganan

Medika mentosa dengan pemberian antibiotika, anti inflamasi, anti nyeri.

Pembedahan adalah cara paling efektif jika administrasi medis tidak menunjukkan perbaikan. Dalam prosedur ini, kantong nanah harus dibersihkan ke seluruh saluran.

Yang terbaik adalah mengobati abses anal sebelum pecah karena jika itu terjadi kemungkinan fistula anal lebih tinggi. (Penerbitan, 2020)

Dengan perawatan yang tepat, penderita abses anus dapat sembuh total dalam waktu singkat. Berikut beberapa pengobatan rumahan untuk abses anus:

– Gunakan teknik lembut untuk membersihkan area anus.

– Jaga area anus Anda tetap kering dengan mengganti celana dalam Anda secara berkala dan menggunakan bedak untuk menyerap kelembapan berlebih.

– JANGAN melakukan seks anal

Dalam beberapa kasus, bayi dan balita bisa mengalami kondisi ini. Sering mengganti popok dan pembersihan yang benar dapat membantu mencegah abses anus.

balita bisa mengalami kondisi ini. Sering mengganti popok dan pembersihan yang benar dapat membantu mencegah abses anus.

Narasumber: dr. Okkian Wijaya K, Sp.B (K) BD FINACS

Postingan Waspada Abses Anal, Benjolan Anal yang Nyeri muncul pertama kali di Rumah Sakit Bethsaida.

Leave a Reply

Open chat